Penerjunan Mahasiswa PLP di SMA N 8 Yogyakarta
Pada hari Selasa, 09 September 2025, pukul 10.00 WIB, sejumlah mahasiswa PLP dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta secara resmi memulai kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PLP) di SMA Negeri 8 Yogyakarta. Penerjunan ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing, Bapak Raekha Azka, M.Pd., serta empat guru perwakilan dari pihak sekolah. Kegiatan PLP ini menjadi bagian penting dari kurikulum yang bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari kehidupan nyata di sekolah. Salah satu perwakilan SMA 8 Yogyakarta menyarankan agar mahasiswa PLP UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dapat membawa inovasi-inovasi baru yang dapat digunakan selama pembelajaran danmengaplikasikan teori yang telah dipelajari di bangku kuliah ke dalam praktik pengajaran, administrasi, dan interaksi sosial di lingkungan pendidikan.
Setelah seremoni penyambutan yang hangat, kami segera memasuki tahap orientasi dan observasi. Kami diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, fasilitas, dan guru pamong yang akan mendampingi. Tahap awal ini fokus pada pengamatan langsung terhadap proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru-guru senior. Diskusi juga dilakukan untuk memahami kurikulum, metode pengajaran, dan tantangan yang sering dihadapi di kelas. Observasi ini tidak hanya sebatas melihat proses pembelajaran, tetapi juga memahami dinamika manajemen kelas dan interaksi antara guru, siswa, serta staf sekolah. Selain mahasiswa PLP dari UIN Sunan Kalijaga, terdapat juga mahasiswa UNY yang sedang melaksanakan PK (Praktik Kependidikan) di SMA 8 Yogyakarta. Kami banyak berdiskusi mengenai karakteristik peserta didik disana.
Dengan dimulainya PLP ini, kami memiliki harapan besar untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang komprehensif. Kami berkomitmen untuk beradaptasi dengan budaya sekolah dan memberikan kontribusi positif selama masa praktik. Ke depannya, setelah tahap observasi, kami secara bertahap akan mulai terlibat dalam penyusunan RPP, asistensi mengajar, hingga akhirnya mengajar secara mandiri di bawah bimbingan guru pamong. Diharapkan, pengalaman ini akan menjadi bekal berharga yang mempersiapkan kami menjadi pendidik yang profesional, inovatif, dan berdedikasi tinggi di masa depan. *[Sofia Maulidia]