(Opini) Sholat Sebagai Kunci Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Sholat lima waktu adalah tiang agama yang tak boleh diabaikan oleh setiap Muslim. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman,

...إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَتَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِوَٱلۡمُنكَرِۗ...٤٥

"...Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar..."(QS. Al-Ankabut [29]: 45).


Ini menunjukkan bahwa sholat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga penjaga diri dari keburukan. Sholat menjadi pengingat bahwa kita memiliki tanggung jawab kepada Sang Pencipta, dan saat kita melaksanakannya dengan khusyuk, kita sedang menghubungkan diri dengan Allah.

Namun, sering kali kesibukan sehari-hari membuat kita lalai melaksanakan sholat. Padahal, seberat apa pun masalah yang kita hadapi, sholat adalah cara untuk mencari ketenangan. Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, "Sholat adalah penyejuk hatiku."Dalam setiap sujud, kita menyerahkan segala beban dan meminta petunjuk dari Allah. Dengan rutin melaksanakan sholat, kita tidak hanya memenuhi kewajiban, tetapi juga mendapatkan kedamaian yang hakiki.

Sholat juga menjadi jembatan untuk memperbaiki akhlak. Ketika kita konsisten dalam beribadah, kita akan lebih sadar akan perilaku kita terhadap sesama. Sebagaimana lirik lagu Sepohon Kayu mengingatkan kita,

Walaupun hidup seribu tahun,

Kalau tak sembahyang, apa gunanya?

Kehidupan yang panjang tanpa sholat akan kehilangan makna. Sholat yang baik membentuk karakter dan akhlak mulia, menjadikan kita pribadi yang lebih baik dalam berinteraksi dengan orang lain.

Seiring dengan waktu, sholat mampu mengubah perilaku buruk menjadi baik. Seseorang yang rutin beribadah cenderung lebih sabar, pemaaf, dan bijaksana. Dalam kehidupan, kita sering menghadapi berbagai tantangan yang menguji kesabaran dan akhlak. Dengan mengingat bahwa sholat adalah sarana untuk memohon petunjuk, kita dapat menghadapi segala permasalahan dengan kepala dingin.

Sholat bukan hanya untuk mendapatkan pahala, tetapi juga sebagai cara untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan Allah. Dalam setiap sujud, kita mengakui kebesaran-Nya dan mengingat kembali tujuan hidup kita. "Ya Allah, berikan aku petunjuk dan kekuatan dalam menjalani hidup ini,"adalah doa yang sering kita panjatkan saat beribadah. Ketaatan kita dalam sholat menjadi kunci untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna.

Akhirnya, sholat adalah pengingat bahwa segala sesuatu di dunia ini bersifat sementara. Dengan menjaga sholat, kita mempersiapkan bekal untuk akhirat. Jangan sampai kita terjebak dalam kesibukan duniawi hingga melupakan apa yang seharusnya menjadi prioritas. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

اَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلاَةُ فَاِنْ صَلَحَتْ صَلَحَ سَائِرُ عَمَلِهِ وَاِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ

Amalan pertama seorang hamba yang akan diadili di hari kiamat adalah sholat. Jika baik sholatnya, baik pula seluruh amalannya. Jika rusak sholatnya, rusak pula seluruh amalannya.” [HR. Ath-Thobarani dari Anas radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 1358]

Mari kita jaga sholat lima waktu kita, karena di dalamnya terdapat rahmat dan keberkahan yang tiada tara. Dengan sholat, kita tidak hanya beribadah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam diri kita. Kunci hidup bahagia terletak pada kesungguhan kita dalam menjalankan sholat, yang akan membawa kita pada kehidupan yang lebih bermakna dan penuh berkah.

Penulis: Khodijatul Kubro

Mahasiswa Pendidikan Agama Islam 2021

PLP SMA Negeri 1 Sewon

Kolom Terkait

Kolom Terpopuler