(Opini) Mencari Bunga Yang Baik: Sholat dan Akhlak dalam Menemukan Cinta Sejati
SMA Negeri 1 Sewon mengadakan acara tahunan Tabligh Akbar SMASE Berhijrah (TASBIH) yang ke-6, dengan tema “Menjaga Ukhuwah Islamiyah dengan Meneladani Rasulullah SAW” dengan menghadirkan Al Habib Musthafa Sayyidi Baraqbah sebagai pembicaranya. Dalam ceramahnya yang inspiratif, Habib Sayyidi mengungkapkan analogi yang sangat menarik:
"Mba jenengan tau bunga, kalau bunga baik maka yang lain akan mendekat."
Ini seolah menjadi pengingat bagi kita bahwa kepribadian dan akhlak yang baik bisa menarik orang-orang positif di sekitar kita. Saat kita memiliki akhlak yang baik, otomatis orang lain akan merasa nyaman dan tertarik untuk mendekat. Ini penting, terutama di era sekarang di mana banyak sekali pengaruh negatif yang bisa merusak karakter.
Habib juga menceritakan tentang seorang perempuan yang menghadapi godaan dari seorang lelaki. Sang lelaki ini memberikan syarat agar perempuan tersebut sholat berjamaah selama 40 hari di masjid. Awalnya, niatnya mungkin tidak tulus, tetapi seiring berjalannya waktu, dia mulai merasakan nikmatnya beribadah. Dalam minggu kedua, dia sudah mulai merasakan bahwa ibadah bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Ini adalah contoh bagaimana Allah bisa membimbing seseorang yang mungkin awalnya tidak memiliki niat baik, untuk berubah menjadi lebih baik.
Di sinilah letak kekuatan sholat. Dalam Al-Qur’an difirmankan, "Sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar". Dengan menjalankan sholat secara rutin, kita bukan hanya memenuhi kewajiban, tetapi juga memperbaiki diri. Jadi, jika kita ingin menjadi seseorang yang baik dan dicintai oleh orang lain, kita harus terlebih dahulu taat kepada Allah. Sebagaimana yang Habib katakan, "Seganteng-gantengnya orang, belum tentu seganteng hatinya."
Berbicara tentang cinta sejati, hal ini bukan sekadar tentang penampilan fisik, melainkan lebih pada akhlak dan karakter. Jika kita ingin menjadi imam yang baik, kita harus memastikan bahwa kita taat kepada Allah, terutama dalam menjalankan sholat lima waktu. Ketika kita sudah melakukan itu, insya Allah, kita akan lebih siap untuk menjadi pemimpin yang baik dalam hubungan, baik itu dalam pernikahan atau dalam pergaulan sehari-hari.
Cerita si lelaki yang awalnya mendekati dengan cara yang salah, tapi akhirnya mendapatkan pelajaran berharga, mengingatkan kita semua. Ketika dia diminta untuk sholat dan berdoa, dia belajar untuk memprioritaskan hubungan dengan Allah. Dengan ini, kita bisa melihat bahwa proses menemukan cinta sejati bukanlah sesuatu yang instan. Ini melibatkan pembelajaran, pengorbanan, dan yang paling penting, komitmen untuk memperbaiki diri.
Akhirnya, mari kita ingat bahwa dalam mencari cinta sejati, kita harus menjadi pribadi yang baik terlebih dahulu. Bunga yang baik akan menarik kupu-kupu yang baik. Dengan menjaga akhlak dan ibadah kita, insya Allah, kita akan menemukan cinta yang tulus dan sejati. Seperti kata pepatah,
"Menjadi baik itu tidak mudah, tetapi jika kita mau berusaha, Allah pasti akan memudahkan jalan kita."
Penulis: Khodijatul Kubro
Mahasiswa Pendidikan Agama Islam 2021
PLP SMA Negeri 1 Sewon