Asah Kompetensi Mengajar, 12 Mahasiswa FITK UIN Sunan Kalijaga Ikuti PLP di SMAN 1 Depok Sleman

Hari Senin, tepatnya tanggal 14 September 2026 merupakan hari yang bisa dikatakan bersejarah bagi kami sebagai mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Hal ini dikarenakan hari tersebut adalah hari penerjunan mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga untuk melaksanakan PLP. Terdapat 30 sekolah yang diajak bekerja sama oleh UIN, yaitu terdiri 7 MAN, 18 SMA, 1 SMP, 3 MTS, dan juga 1 MI. Dari 30 sekolah, kami ditugaskan di SMAN 1 Depok Sleman. Kami sendiri terdiri dari 4 prodi, ada yang dari Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Matematika (PMAT), Pendidikan Kimia (PKIM), dan Pendidikan Biologi (PBIO). Ada 4 mahasiswa dari PAI, yaitu Wildaan Sadullah, Bahrul Fikri, Dewi Solikhatun, dan Nasywaa Aulia Gustiviani. Lalu dari PMAT juga sama ada 4 mahasiswa yang terdiri dari Zahrani Nida Hidayati, Arin Rahayu, Cahya Husna Azhara, dan Elvi Nadya Saputri. Untuk PKIM dan PBIO masing-masing terdiri 2 mahasiswa. Untuk PKIM ada Anastasya Marshelina Hernawati dan Hania Azrin Givari, dan untuk PBIO ada Imeylda Afiska Putri dan Muhammad Farhan. Tidak sendirian, kami juga didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Ibu Nidya Ferry Wulandari, M.Pd..

Saat penerjunan berlangsung yang dimulai pada pukul 09.00 WIB, kami disambut hangat oleh pihak sekolah. Namun, karena terkendala adanya STS (Sumatif Tengah Semester), penerjunan hanya dihadiri oleh kepala sekolah, yaitu Ibu Heni Wulan Sari, S.Pd., serta didampingi oleh 2 guru lainnya. Tidak Hanya disambut, kami juga diberi banyak nasihat dan bimbingan oleh para guru, tentang bagaimana peraturan dalam berpakaian dan bertingkah laku yang baik. Setelah penerjunan, kami dibebaskan untuk observasi lebih lanjut untuk mengenal lebih lanjut tentang SMAN 1 Depok Sleman. Kami juga diantarkan ke basecamp, yang ternyata tidak sendirian, tetapi ada juga mahasiswa PLP dari UNY. Setelah observasi, kita dikasih kesempatan untuk bertemu guru pamong, yang dimana nantinya guru tersebut yang akan membimbing kita tentang bagaimana mengajar kelas yang benar, apa saja materi yang akan diajarkan, dan juga nantinya guru tersebut yang akan menilai kita. Setelah bertemu dengan masing-masing guru pamong, kita diperbolehkan untuk pulang dan mempersiapkan diri untuk siap mengajar di 40 hari kedepan.* [Nasywaa Aulia Gustiviani]