Dari Sambat Menjadi Mantap!

Pada Sabtu, 30 Oktober 2021 mahasiswa PLP diberi amanat oleh Ibu Kepala Sekolah untuk menjadi pemateri dalam acara workshop mengenai tutorial membuat media pembelajaran berbasis IT. Workshop tersebut merupakan salah satu kegiatan dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran. Pelatihan tersebut meliputi pelatihan membuat video pembelajaran, membuat dan mengelola kegiatan zoom, platform merdeka mengajar, dan edustore. Mahasiswa PLP diberi amanat untuk memberi materi tentang bagaimana cara membuat video pembelajaran.Tujuan dari pelatihan tersebut yaitu untuk mengkoordinasikan pelaksanaan projek Program Sekolah Penggerak dan meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan media pembelajaran berbasis IT.

Mahasiswa PLP tersebut melaksanakan kegiatan di SD Negeri 1 Barenglor. Sekolah tersebut saat ini menjadi Sekolah Penggerak, dan sekolah tersebut merupakan satu-satunya SD Negeri yang menjadi Sekolah Penggerak di Kecamatan Klaten Utara. Sekolah tersebut terus berupaya untuk meningkatkan kualitas Pendidikan untuk menghantar terciptanya Pelajar Pancasila.

Apa sih Sekolah Penggerak itu?

Program Sekolah Penggerak merupakan program yang telah dibuat oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Program Sekolah Penggerak adalah upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran secara holistik melalui peningkatan kompetensi literasi, numerasi, dan karakter diawali dengan peningkatan sumber daya manusia yaitu kepala sekolah dan guru. Visi, misi, dan tujuan Pendidikan bermuara pada terwujudnya Profil Pelajar Pancasila. Profil Pelajar Pancasila adalah karakter dan kemampuan yang dibangun dalam keseharian dan dihidupkan dalam diri setiap individu pelajar melalui budaya sekolah, pembelajaran intrakurikuler, projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja, maupun ekstrakurikuler. Profil Pelajar Pancasila tersebut, yaitu: Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia, Berkebhinnekaan Global, Bergotong Royong, Mandiri, Bernalar Kritis,dan Kreatif.

Nah, diatas tadi sudah dijelaskan makna dan maksud sekolah yang menerapkan Program Sekolah Penggerak dari Mas Menteri.

Sekarang sedikit mau cerita 'kok bisa' mahasiswi PLP yang mempunyai hobi 'sambat' bisa bikin video pembelajaran, sampai-sampai mahasiswi PLP tersebut dapat mengisi workshop yang seluruh anggotanya adalah guru SD Negeri 1 Barenglor yang dihadiri juga oleh Bapak Ketua Kantor Wilayah Kecamatan Klaten Utara serta dihadiri oleh Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan? Jawabannya adalah "ndilalah ngepasi saja". Sebenarnya hasil editan video mahasiswa PLP ini belum pro banget, tentu hasilnya tidak sebagus hasil editan timnya para youtubers papan atas.

Di awal tahun 2020, mahasiswi PLP tersebut mengikuti program yang diselenggarakan oleh fakultas. Nama programnya adalah e-Learning. Program tersebut bersifat wajib, karena menjadi syarat untuk bisa mendaftar sidang skripsi. Ketika mengikuti program tersebut, mahasiswi belum terlalu menyadari bahwa program tersebut sangatlah penting dan bermanfaat, yang ada mahasiswi hanyalah sambat sambat dan sambat terus, karena pada waktu itu tentor kami selalu memberikan tugas di setiap pertemuan. Pertemuan belajarnya yaitu seminggu 2x. "hmmm...bayangkan saja seminggu diberi tugas dari e-Learning sebanyak 2x, belum lagi tugas lain yang melambai-lambai dan juga mengantre".

Setelah beberapa bulan mengikuti program e-Learning, mahasiswi diberi tugas untuk membuat sebuah video pembelajaran green screen, tugas tersebut untuk penilaian. Sejak saat itulah mahasiswi PLP bisa membuat video pembelajaran.

Tahun 2020 dunia mengalami perubahan yang sangat drastis, salah satunya adalah dunia teknologi. Contohnya, di dunia perkuliahan yang tadinya hanya menggunakan WhatsApp Group, sekarang sudah menggunakan Google Classroom, Zoom, Gmeet, ataupun lainnya. Bukan hanya dilingkup materi saja, namun juga dilingkup tugas kita juga dituntut untuk menggunakan basis online. Tentunya kita sudah tidak asing lagi sama yang namanya 'google form', bahkan kita sudah sangat akrab dengan media online tersebut. Selain google form, mulai semester 5, mahasiswi PLP tersebut sering mendapat tugas dari dosen untuk membuat video pembelajaran. Ndilalahnya lagi, di semester 5 mahasiswi mengambil beberapa mata kuliah yang tugasnya adalah praktik mengajar. Nah, dari situlah mahasiswi mulai terlatih membuat video pembelajaran.

Jadi kesimpulannya, mahasiswi PLP tadi 'bisa karena terbiasa' dan semua ilmu yang kita pelajari baik akademik maupun non-akademik nantinya insyaallah akan bermanfaat entah sekarang, besok, maupun lusa.

Oleh karena itu, untuk adik-adik mari:

  • tetaplah sambat, walau pada akhirnya bisa mengerjakan
  • jangan pesimis, karena kita ga tau apa yang akan terjadi suatu saat nanti
  • kerjakan walau mumet, setelah bisa melalui nanti pasti akan bilang "owalaah, gitu to caranya". semua akan 'owalah' pada waktunya.

​Tetaplah semangat dalam menjalani suatu proses pembelajaran di kampus, selama mau mencoba akan bisa dan berhasil mencapai kesuksesan. Salam Kalijaga Muda.