Praktek Pengalaman Lapangan Manajemen Pendidikan Islam di Pondok Pesantren Sebagai Bentuk Keragaman Nilai Budaya dan Nilai Kemasyarakatan

PPL Prodi MPI di Pesantren Joglo Alit Klaten
Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sunan Kalijaga Yogyakarta angkatan 2019 mengadakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di tempat-tempat yang telah ditentukan sebelumnya. Berbeda dari kelompok-kelompok yang lain yang mengadakan Praktek Pengalaman Lapangan di lembaga-lembaga pemerintahan, Praktek Pengalaman Lapangan yang dilakukan oleh kelompok C yang beranggotakan Ahmad Giant Tristanto RN, Muhammad Hilma Alrosyid, Ahmad Rizal, Ajeng Rizqi Kusuma Irfani, Muhammad Faisal, Lia Yulianti, Bayu Setia Budi, Wilda Mustofa, Abdulloh Muhamad Alkaff, Muhammad Zainal Abiddin, dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kami adalah Bapak Muhammad Qowim, S.Ag., M.Ag. bertempat di Pesantren Joglo Alit Klaten.
Kami memulai observasi pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 19 - 20 Februari 2022. Pada awal observasi pengurus pondok sekaligus dosen pembimbing lapangan kami, yaitu Bapak Qowim, S.Ag., M.Ag. memberikan arahan kepada kami bahwa ketika kami melakukan observasi di Pondok Pesantren Joglo Alit Klaten, kami harus berbaur dengan masyarakat di sana terkhusus anak-anak. Karena sebenarnya Pondok Pesantren Joglo Alit merupakan pesantren yang berbasis studio kebudayaan, pemberdayaan masyarakat., dan pendidikan kerakyatan. Ada delapan kelompok pemberdayaan masyarakat yang diberdayakan di pondok pesantren ini, di antaranya kelompok ternak sapi (Kalimosodo), kelompok ternak burung (Walisongo), ternak kambing (Mekarsari), ternak itik (Konco Tani), kelompok ikan (Hamemayu), Kelompok Wanita Tani, Sentra Peternakan Rakyan (Kebon Wulangreh), Bank Mikro Sahabat Joglo Alit.
Kemudian observasi dilanjutkan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 5 - 6 Maret 2022. Kami diberitahu oleh pengurus pondok pesantren yaitu Bapak Qowim bahwa untuk Pendidikan Kerakyatan yang ada di Pondok Pesantren Joglo Alit Klaten terdiri dari Pranoto Hadiwicoro (Remaja), Kelas Karawitan (Remaja), Kelas Terbangan dan Sholawatan (Remaja), Kelas Pencak Silat (Remaja), Senam Aerobik (Ibu-Ibu), Bahasa Mandarin (Remaja), Bahasa Inggris Beginner (Remaja), Bahasa Inggris Intermediate (Remaja), Tahfidzul Qur’an (Remaja), TPA (Anak-anak), Kelas Tari Tradisional untuk Remaja, Kelas Tari Tradisional untuk Anak-Anak, Mujahadah Senin Malam Selasa BANGSAL SUNAN GESENG, Mutholaah Fathul Qorib. Kemudian disebut sebagai studio kebudayaan karena memang pondok pesantren Joglo Alit Klaten mempunyai fungsi sebagai tempat untuk Pelestarian Kebudayaan seperti Sabuk Kalijagan Ngegsigondo (Titik Kumpul Budayawan), Sabuk Kalijagan Ngegsintoro (Selapanan di Kadilangu Demak), dan Rintisan Smart Public Space (Studio Kebudayaan).
Observasi terakhir dilaksanakan satu minggu kemudian tepatnya pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 12 - 13 Maret 2022. Kami mewawancara warga yang bertempat tinggal di sekitar Pondok Pesantren Joglo Alit terkait dengan dampak dari dibangunnya pondok pesantren itu bagi mereka. Mereka sangat berterima kasih kepada Bapak Qowim selaku pendiri pondok karena dengan adanya Pondok Pesantren Joglo Alit pendapatan mereka yang mula-mula hanya dari pembuatan batu bata, sekarang sudah lebih bervariatif lagi seperti berternak dan bertani. Tidak hanya itu berdirinya pondok pesantren berdampak baik kepada kualitas pendidikan anak-anak mereka, sehingga anak-anak mereka diharapkan mampu untuk menjadi anak-anak berakhlak mulia dan intelek. (Ahmad Giant Tristanto RN)