Penerjunan Mahasiswa PLP di GIS 3 Yogyakarta: Memasuki Ruang Belajar dan Praktik Pendidikan Secara Langsung
Yogyakarta, 14 September 2026 Sembilan mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta resmi memulai kegiatan Pengenalan Lapangan Pendidikan (PLP) di Global Islamic School (GIS) 3 Yogyakarta, Senin (14/9). Kegiatan penerjunan yang berlangsung di lingkungan GIS 3 Yogyakarta tersebut menjadi langkah awal mahasiswa untuk mengenal secara langsung praktik pendidikan, budaya sekolah, serta dinamika pembelajaran yang berlangsung di lapangan.
Sembilan mahasiswa yang berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Biologi tersebut akan menjalani PLP selama kurang lebih 40 hari efektif. Kegiatan penerjunan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari Wakil Kepala Sekolah Primary GIS Yogyakarta, Mister Adam Asmi Syahroni, M.Pd., dan perwakilan UIN Sunan Kalijaga, Ibu Mike Dewi Kurniasih, M.Pd., sebelum kemudian ditutup dengan observasi awal kelas.
Dalam sambutannya, Mister Adam menegaskan keterbukaan GIS terhadap mahasiswa yang ingin belajar dan memperoleh pengalaman langsung di lingkungan sekolah. Menurutnya, keberadaan mahasiswa PLP tidak semata-mata menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga merupakan kesempatan untuk memahami dinamika pendidikan secara lebih nyata.
Mister Adam juga menyinggung tantangan pendidikan Islam di tengah persaingan yang semakin luas. Menurutnya, persaingan pendidikan tidak hanya berlangsung antarsekolah Islam, tetapi juga dengan institusi pendidikan non-Muslim. Karena itu, GIS berupaya menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas sekaligus mengubah pandangan bahwa pendidikan Islam merupakan sesuatu yang dapat dipandang sebelah mata.
Mahasiswa juga diingatkan bahwa praktik di lapangan akan mempertemukan mereka dengan beragam dinamika, baik di dalam kelas maupun ketika berinteraksi dengan orang tua peserta didik. Salah satu karakteristik yang perlu diperhatikan adalah penggunaan Bahasa Inggris sebagai bagian dari keseharian pembelajaran di GIS, khususnya pada kelas-kelas atas. Dalam pembelajaran PAI,
materi masih memungkinkan disampaikan dengan perpaduan Bahasa Indonesia, sementara instruksi pembelajaran tetap menggunakan Bahasa Inggris.
Sementara itu, Ibu Mike Dewi Kurniasih, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada GIS 3 Yogyakarta yang telah menerima mahasiswa UIN Sunan Kalijaga untuk melaksanakan PLP. Beliau menekankan bahwa pengalaman tersebut hendaknya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar mendidik, bukan sekadar mengajar. Mahasiswa diharapkan mampu memberikan keteladanan melalui sikap dan perilaku selama berada di lingkungan sekolah.
Menurutnya, karakter pendidikan di GIS juga dapat dilihat dari pengembangan literasi serta penerapan kurikulum Cambridge pada mata pelajaran Matematika, Sains, Bahasa Inggris, dan ICT. Di sisi lain, kekhasan pendidikan Islam tetap dipertahankan melalui pembelajaran PAI dan Al-Qur'an. Integrasi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Islam dan sains tidak harus ditempatkan sebagai dua hal yang terpisah, melainkan dapat berjalan secara beriringan.
Dalam kegiatan tersebut turut diperkenalkan jajaran pimpinan sekolah, yaitu Mister Adam Asmi Syahroni, M.Pd. sebagai Wakil Kepala Sekolah Primary GIS Yogyakarta, Miss Nadine sebagai Wakil Kepala Sekolah JHS, serta Miss Deya Dimyati Agus Putri, S.Pd. sebagai Kepala Sekolah JHS.
Selain memperoleh arahan akademik, mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai etika dan ketentuan selama menjalankan PLP. Mahasiswa diwajibkan menjaga sikap, bahasa, serta nama baik almamater. Kegiatan sekolah berlangsung Senin hingga Jumat, dengan pembelajaran sekitar pukul 07.30 WIB hingga 15.30 WIB dan jam kerja karyawan hingga sekitar pukul 16.00. Mahasiswa juga diwajibkan meminta izin sebelum melakukan perekaman maupun pembuatan laporan yang berkaitan dengan aktivitas sekolah sebagai bentuk penghormatan terhadap kebijakan privasi peserta didik.
Selanjutnya, pembagian kelas dan koordinasi teknis lapangan akan dilakukan oleh Mister Adam untuk jenjang Primary, sementara Miss Nadine akan mengoordinasikan kebutuhan mahasiswa di jenjang JHS. Mahasiswa juga diarahkan untuk berkoordinasi dengan wali kelas terkait penggunaan Bahasa Inggris, menyesuaikan diri dengan standar GIS, serta mempersiapkan kebutuhan mengajar dan administrasi.
Setelah kegiatan penerjunan selesai, mahasiswa melanjutkan agenda dengan observasi kelas. Dari titik inilah PLP mulai bergerak dari ruang seremonial menuju pengalaman pendidikan yang sesungguhnya dengan mengamati, belajar, beradaptasi, dan secara bertahap mengambil peran sebagai calon pendidik.* [Zahra Alifah]