Al-Islam mahjubun bil muslimin (Islam Dikaburkan oleh Muslimin)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ ...الاية (المائدة: ٣)

Islam adalah agama yang kukuh dan abadi. Satu agama yang menuntun umat manusia kepada jalan yang benar dan kebahagiaan hakiki. Islam adalah landasan sempurna nan purna bagi seluruh aspek kehidupan manusia.

Islam lain dengan hasil pikiran manusia dari upayanya dalam mencapai jawaban terhadap masalah yang dihadapi, yakni apa yang dinamai dengan filsafat. Upaya falsafi mengahasilkan ideologi-ideologi dan isme-isme yang satu sama lain saling bertentangan dan berbantahan. Ya, ini sudah menjadi wataknya dari filsafat sendiri, yang merupakan upaya pikir manusia, di mana waktu dan tempat mempengaruhi upaya dan hasil pikirnya.

Sementara Islam bukanlah filsafat. Ia adalah wahyu dan tuntunan murni dari Tuhan Yang Maha Mengetahui. Tuhan Yang Berfirman:


لَوْ كَانَ فِيْهِمَآ اٰلِهَةٌ اِلَّا اللّٰهُ لَفَسَدَتَاۚ فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُوْنَ


Islam sepanjang zaman akan selalu kukuh dan memancarkan cahaya kebenaran dan petunjuknya.

Namun, umat Islam lah yang menutupi kebenaran itu. Mengaburkannya. Kenapa demikian?
Satu sebab paling pokok adalah ketika umat Islam memasukkan bentuk-bentuk perdebatan dari filsafat-filsafat kuno ke dalam Islam. Dimulai dengan mempertanyakan kitab suci Alquran sampai mempertanyakan isinya. Dari sini, lahir bermacam-macam mazhab, sebagaimana filsafat itu melahirkan mazhab pula. Mazhab-mazhab satu sama lain saling menyerang, sehingga akhir umat Islam lupa akan tujuan dari kehadiran Islam dan Alquran dalam kehidupan mereka.

"Demikianlah Islam melemah pada kurun waktu terdahulu.." keluh Imam Al-Ghazali.

Alih-alih ingat akan tujuan itu, mereka malah bertanya, "Apa tujuan kita diciptakan dan apa tujuan Islam dan Alquran hadir?". Masyaallah!

Setelah terjadi demikian, umat tidak sadar bahwa perpecahan menjadi mazhab-mazhab ini menjadi senjata bagi musuh-musuh Islam, yakni orang-orang kafir dan musyrik. Mereka mengail ikan di air keruh. Inilah senjata ampuh setelah mereka gagal melalu cara pedang dan perang.

Hanya sedikit umat ini yang sadar akan kaburnya cahaya Islam. Mereka berusaha menyadarkan yang lain ( tanbihul ghafilin wa mughtarrin). Namun apa daya. Mereka amat sangat sedikit, sehingga langkah yang mereka lakukan berjalan pelan namun pasti, dari generasi ke generasi. Yang sedikit ini berupaya mengingatkan akan firman Allah Swt.:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ ...الاية

Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai..
(Āli ‘Imrān [3]:103)


Maha Benar Allah Swt. dan Utusan-Nya, Nabi Muhammad SAW.

_
Referensi
Al-Quran Al-Karim
Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali. Ihya' 'Ulumid Din
Karya-karya Muhammad Abduh
Sayyid Quthb. Fi Zhilalil Quran
As-Samarqandi. Tanbihul Ghafilin
Abdul Wahhab As-Sya'rani. Tanbihul Mughtarrin


Penulis: Zuhaili Zulfa (21104010063)

Mahasiswa PLP SMA N 5 Yogyakarta

Kolom Terkait

Kolom Terpopuler